nyonyawendy

I do what I love, I love what I do


Leave a comment

Wanderfly Fun Reminder

Abis buka web startupbisnis.com trus ada link ke web wanderfly. Langsung deh gue buka… eh lucu banget remindernya dong! tentang browser yang gak update… hihihi

Ini dia ‘seruan’ wanderfly atas browser (kantor) gue :

kena banget ih remindernya :)

kena banget ih remindernya :)

Mereka komunikasikan hal standar dengan narasi yang rileks dan santai tapi ‘dalem’. Kreatif! :)


Leave a comment

Demotivasi

Motivasi adalah alasan kuat yang mendasari individu melakukan suatu hal atau perbuatan.

Demotivasi adalah peristiwa melemahnya alasan kuat tersebut.

Motivasi dan demotivasi jelas sangat bertolak belakang. Satunya menguat, satunya melemah. Satunya terpacu, satunya terpicu. Satunya mendekat ke tujuan, satunya menjauh dari tujuan.

Bahayanya seseorang yang membuat orang lain terdemotivasi adalah pada arti hubungan mereka. Demotivasi yang terjadi mampu melemahkan semua hubungan yang dibangun dengan baik. Demotivasi mampu meretakkan jalinan kerjasama bertahun-tahun. Demotivasi mampu membuat orang tersebut berpaling dari hal yang dianggapnya bukan hal yang kuat.

Artinya, jika A mendemotivasi B dengan contoh hubungan A adalah atasan dan B adalah bawahan dalam satu organisasi, maka hubungan A dan B bisa terganggu. Hubungan adalah hal yang kasat mata.  Kekuatan hubungan bisa dirasakan namun terkadang sulit didefinisikan. Hubungan yang kuat mampu membuat A dan B bertahan lama. Hubungan yang tidak kuat mampu membuat B berpaling, mencari yang lain. Maka dari itu, ada pernyataan yang berbunyi bahwa motivasi karyawan keluar dari pekerjaannya adalah bukan hanya karena gaji semata melainkan juga karena ketidakpuasan internal. Terutama ketidakpuasan terhadap atasannya. Sudah banyak artikel yang mengulas bahwa karyawan yang mengundurkan diri tidak berarti sedang meninggalkan perusahaannya, melainkan meninggalkan manajernya, atau meninggalkan supervisornya.

Ketidakpekaan dan perasaan ingin sempurna sang supervisor atau manajer seringkali membuat bawahannya bekerja seperti robot. Banyaknya keputusan dan kesimpulan yang diambil tanpa menelaahnya dari berbagai sisi membuat penilaian atasan terhadap bawahan tidak efektif dan objektif. Masalah kapasitas berlebih yang tidak diiringi dengan remunerasi yang cukup juga bisa membuat seseorang dengan kinerja tinggi berpikir dua kali untuk bertahan lebih lama. Janji yang digaungkan terus menerus tanpa bukti nyata terhadap promosi juga sangat memicu demotivasi terjadi.

Bagaimana mencegah demotivasi yang terjadi karena atasan salah menilai bawahan? Apakah cukup dengan atasan mengatakan kepada bawahannya “Maaf, saya salah menilai Anda. Terus terang, saya berharap banyak kepada Anda”. Ternyata pada beberapa kasus, hal tersebut menjadi sensitif. Kekecewaan yang mendalam dari diri bawahan yang tersinggung karena kinerjanya dipertanyakan bisa meningkat tajam jika diiringi berbagai prediksi bahwa jika dia bertahan di sini tidak akan membawa perubahan berarti dengan melihat kondisi A, B, C.

Jadi pada intinya.. tidak ada yang bisa mengatur dengan pasti kondisi demotivasi ini. Yang bisa dilakukan hanyalah ‘mengkondisikan’ situasi agar lebih baik. Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa bawahan pun memiliki penilaian terhadap atasannya. Apakah atasannya adalah seseorang yang kompeten, seseorang yang mampu membawa situasi lebih baik, seseorang yang objektif, seseorang yang cerdas dan penuh tantangan kerja sekaligus peduli pada prestasi dan sebagainya. Jika ceklist penilaian bawahan kepada atasannya dalam hati tidak tercentang semua, bisa jadi bahwa motivasi kerjanya akan terus merosot. Bisa jadi juga bawahan tidak mau berlama-lama di bawah pimpinan atasannya tadi. Bisa jadi juga bawahan tadi berminat meninggalkan perusahaan tersebut tanpa menunggu ada tawaran kerja baru. Bisa jadi apapun?

Apakah masih mau sembarangan menilai bawahan secara tidak objektif? Menilai secara gampangan tanpa melihat apa yang terjadi selama masa kerjanya, melihat rekam jejaknya, memperhatikan berbagai sisi dan peningkatan positif yang terjadi karenanya?

Jadi perhatikanlah segala bentuk komunikasi, termasuk di dalamnya komunikasi ke atas, ke bawah, sejawat, lintas fungsi dan lainnya. Karena satu kalimat negatif atasan yang salah menilai bawahan bisa menghancurkan motivasi bawahan terhadap atasan tersebut. Perhatikan, bukan terhadap perusahaannya namun terhadap atasannya.

Are you the objective supervisor?


Leave a comment

Cerai?

Suri Cruise.

Saya sangat menyukai sosok Suri. Anak perempuan yang sangat manis dan cantik, buah cinta Tom Cruise dan Katie Holmes. Saking sukanya, saya simpan beberapa fotonya dan berharap dalam hati, satu saat nanti punya anak perempuan mirip dia :) Ironinya, orangtua Suri ini sedang dalam proses perceraian. Saya memang tidak kenal dengan mereka, sebaliknya juga begitu, namun entah kenapa, saya dan teman saya sempat membahas mengapa pasangan terkenal ini bercerai? Apa lagi kurangnya? Materi berlimpah, dua-duanya dikaruniai fisik yang menarik, anak yang sangat cantik menawan… Apa lagi? 

Perasaan ‘sangat menyayangkan’ mengapa perceraian tersebut terjadi adalah sama dengan perasaan saat melihat berbagai happy couple atau perfect couple yang tiba-tiba mendadak cerai. WHY? Ada 1001 alasan pasangan yang bercerai. Beberapa alasan top : perselingkuhan, KDRT, beda prinsip, beda orientasi seksual dan sebagainya, sampai saya pernah baca pengakuan seorang wanita yang mengatakan “saya kehilangan perasaan cinta saya. perasaan itu seolah olah habis dan menguap”, wanita ini mengemukakan alasan hilangnya rasa cinta secara alamiah. Artinya, tidak ada KDRT, tidak ada pihak ketiga, bukan karena tidak ada anak (krn punya anak 1 hasil pernikahan). Jadilah mereka bercerai. 

Semudah itukah perceraian dilakukan?

Dunia saat ini memiliki peredaran informasi yang tak terbatas. Setiap waktu kita mendengar betapa banyaknya pasangan yang baru menikah seumur jagung kemudian bercerai. Faktor apakah?

Tika Bisono, psikolog populer di Jakarta mengatakan “Komunikasi yang gagal, adalah salah satu penyebab perceraian”.

Do We Care?

If you are a wife or a husband, PLEASE CARE. Please improve the quality of the communication between you and your spouse. Think about children future! Think about their feelings! Dont just think about both of us.

Pikirkan kebingungan jiwa seorang anak yang dihadapkan pada kelabilan melihat situasi yang emosional. Pikirkan betapa butuhnya jiwa anak-anak mendapatkan pendampingan yang cukup dari kedua belah pihak orangtuanya. Pikirkan kemungkinan dampak psikologis diri anak-anak yang dapat menimbulkan perilaku menyimpang. Anak-anak tidak pernah suka perceraian. Mereka benci perceraian. Masalahnya adalah, anak-anak tidak tahu dan tidak kuasa berbuat sesuatu, sehingga mereka hanya menerima situasi. Mereka belum peduli materi. Mereka hanya butuh kehadiran sosok orang tua yang lengkap. 

How poor they are… :(

Sampai sekarang saya sangat bersyukur memiliki kedua orang tua yang lengkap sampai umur saya saat ini menginjak kepala tiga. Saya anak bungsu dengan tiga kakak. Kami berempat memiliki kenangan masa kecil yang sangat baik. Bermain, bercengkerama, bertamasya bersama orang tua. Semua kesempatan dan kenangan berharga itu tidak bisa kita beli. Tidak bisa. Hanya bisa dilakukan dan dirasakan bersama sosok-sosok orang tua yang mencintai kita dan menyayangi setulus hati. Bagaimana orangtua saya memberi kenangan manis, tentunya akan saya lakukan kembali ke keluarga kecil kami. 

Ingatlah selalu…

“Even God Hates Divorce.”

 


Leave a comment

Saat Tersinggung, Kenali Diri.

 Siapa yang belum pernah merasa tersinggung? Tersinggung adalah perasaan kecewa atas satu hal. Tersinggung berarti seseorang merasa tidak sependapat dengan pernyataan orang lain atau tidak setuju dengan cara penyampaian orang tersebut.  Misalnya : A mengatakan bahwa kulit B seputih beruang kutub. Jika B sependapat dengan A maka tidak akan ada masalah yang timbul, namun jika B merasa tidak terima atas pernyataan A maka B telah merasa tersinggung. Perasaan tersinggung ini bisa diekspresikan langsung dan tidak langsung. Orang introvert cenderung memendam perasaannya. Jika B  tidak terima dengan pernyataan A, dia bisa saja memilih untuk mengungkapkan langsung dengan berkata “Saya tidak setuju disamakan dengan beruang putih!”. B juga bisa memilih tidak mengungkapkan perasaannya dan memilih memendamnya dalam hati. B juga bisa memilih untuk menyimpan perasaan tersinggungnya atau membuang perasaan tersebut selamanya. Yang berbahaya adalah, jika B memilih untuk menyimpan perasaan tidak terima atau kecewanya terhadap A maka lambat laun B menjadi tidak suka dengan A. apalagi jika ditambah kenyataan bahwa A sering melakukan hal tersebut di depan banyak orang. Hal yang bagi A biasa saja ternyata memiliki efek berbeda bagi penerima pesannya yakni si B.

Perasaan tersinggung yang berakumulasi bisa membuat orang sakit hati. Sakit hati yang tidak disembuhkan bisa berdampak sangat negatif. Rasa sakit hati adalah motif yang sering terjadi dalam kasus pembunuhan berencana. Sakit hati membuat orang bisa khilaf dan gelap mata. Sakit hati yang mendarah daging mampu menyingkirkan kasih sayang dan logika dalam diri manusia sehingga banyak kasus yang kita dengar merupakan contoh dari sakit hati seperti seorang kakak membunuh adik kandung, seorang anak membunuh bapak kandung, seorang pembantu menghilangkan nyawa majikan yang bertahun-tahun menghidupinya dll. Hal tersebut menunjukkan bahwa saat manusia merasa tersinggung dan sakit hati, maka kesadaran bisa tergeser. Kesadaran mengenai nilai persaudaraan, nilai cinta kasih, nilai terima kasih kepada orang yang berjasa dsb. Tersinggung yang tak terkendali mampu melemahkan logika seseorang sehingga dia mampu melukai perasaan maupun fisik orang yang dicintainya. Hal tersebut juga bisa membantu menjelaskan mengapa orang mampu berbuat nekad karena cemburu. Cemburu kepada mantan istri, mantan suami, mantan pacar dll. Banyak orang berbuat tidak logis seperti meneror mantan istri yang habis berjalan dengan pacar barunya. Cemburu dan tersinggung memiliki kesamaan dalam hal perasaan tidak terima atau tidak sependapat tadi. Tidak terima karena merasa tindakan mantan istrinya belum patut atau mendapati dirinya tidak sebahagia mantan istrinya. Tentu banyak motif yang terjadi.

Tersinggung adalah perasaan. Tersinggung bukan satu-satunya perasaan yang ada dalam diri manusia. Untuk menghindari berbagai hal negatif, kita sebagai makhluk yang berpikir harus bisa mengenali siapa diri kita sesungguhnya. Makhluk seperti apakah kita ini? Dengan mengenali jati diri kita sebenarnya, bagaimana sifat kita sehari-hari, masuk ke tipe kepribadian manakah diri kita, sesungguhnya sangat membantu kita dalam membentuk banyak tindakan preventif. Beberapa kajian psikoanalisis juga dapat membantu kita mengenali siapa diri kita sebenarnya. Salah satu psikoanalisis terkenal, Freud, akan saya bahas di artikel terpisah.

Tulisan ini bukan membahas motif tindakan seseorang yang dipicu oleh perasaan tersinggung karena hal tersebut memiliki penjabaran pendalaman ilmu yang berbeda. Namun, saya melihat peran komunikasi yang terjadi pada seseorang yang tersinggung adalah penting, mengingat persepsi yang disampaikan pengirim pesan ternyata tidak sesuai alias tidak dipersepsikan sama oleh penerima pesan.

 


Leave a comment

Sampai Saya Jadi Orang Tua…

Saya sudah melewati berbagai masa dalam hidup. Masa kecil yang indah, masa remaja yang seru, masa dewasa yang matang, masa lajang yang penuh kebebasan… Bersenang-senang, tertawa, menangis karena cinta dan sebagainya… hingga tiba detik ini, saya tersadar bahwa peran baru yang saya miliki ini… sebagai orangtua seorang anak… adalah peran yang sangat luar biasa yang pernah Tuhan percayakan kepada saya.

Peran baru yang begitu luar biasa. Peran baru yang emosionalnya sangat indah. Saking indahnya membuat saya bisa menangis dalam kebahagiaan… tidak akan ada satupun hal di dunia ini yang diciptakan oleh manusia yang bisa memberikan efek semenyenangkan menjadi seorang Ibu. Nothing else!

Belum pernah ada satu masa dalam fase hidup saya yang mampu membuat saya tertegun dan meraba kulit perut saya sendiri sambil mencoba berkomunikasi dengan sosok makhluk yang ‘hidup di dalam saya’. Rasa cinta kepada anak bahkan tumbuh dengan sendirinya sedari masih berbentuk embrio. Saya bahkan belum kenal dengan kepribadiannya, canda tawanya dll. Tapi mengapa saya bisa cinta sama janin saya?

Tidak ada yang bisa menjelaskan. Cinta seorang Ibu kepada anaknya adalah satu-satunya cinta yang memenuhi kategori “Cinta tanpa syarat”. Cinta tanpa syarat adalah cinta termurni yang pernah kita berikan. Cinta tanpa syarat ini tidak ada unsur pamrih. Tidak ada unsur “take n give” karena yang ada hanya “give” dari Ibunya.

Kepada anak, saya sebagai Ibunya tidak peduli apakah yang saya lakukan akan dibalasnya kemudian hari. Saya tidak peduli hitung-hitungan materi yang keluar untuk anak harus dikembalikan olehnya satu saat nanti. Saya tidak peduli waktu yang saya habiskan sekarang untuk dia harus dia siapkan juga untuk saya nanti. Saya tidak peduli apapun.

Saya hanya peduli bahwa…. Anak saya harus mendapat limpahan kasih sayang dan cinta yang terbesar adalah dari saya, Ibunya.

Saya hanya peduli bahwa… Semua makannya, minumnya, tidurnya dan semua kebutuhan biologisnya terpenuhi dengan baik.

Saya tidak terlalu peduli kini… hal-hal di luar urusan kerja yang bisa mengurangi quality time saya dengannya.

Saya hanya peduli bahwa… Saya harus memaksimalkan semua kemampuan saya agar anak saya tumbuh sesuai harapan. Harapan bahwa satu saat dia menjadi pribadi yang soleh, mandiri, cerdas, unggul, berguna dan segudang harapan positif untuk hidupnya kelak.

Saya baru tersadar saat saya menjadi orang tua. Bahwa semua tindakan yang dilakukan orang tua saya dulu, semua aturan main yang dulu bagi saya terlalu banyak, semua instruksi yang bagi saya dulu berlebihan, semua perspektif yang dulu bagi saya kuno… semua hal yang dilakukan orang tua saya dulu ternyata… mengatasnamakan HARAPAN ORANGTUA KEPADA ANAKNYA.

Seperti saya sekarang.

Maka atas nama semua harapan saya untuk Muhammad Fadhlan Alfashah… saya berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi dirinya, semaksimal kemampuan saya, dengan restu Tuhan.


Leave a comment

Why We Love Babies?

Pernahkah terpikirkan mengapa kehadiran bayi selalu menyenangkan bagi (hampir) semua orang? Saya menggunakan kata “hampir” dalam kurung karena memang ada pengecualian bagi orang-orang yang melakukan kejahatan pada bayi seperti menyiksa atau membunuh dimana saya menyebutnya minoritas. Namun, pokok pembahasan tulisan ini bukan pada minoritas melainkan mayoritas pemikiran bahwa bayi adalah makhluk yang menyenangkan.

Mengapa bayi menyenangkan? Karena itu anak anda? Karena anak teman anda? Karena anak sepupu atau anak rekan atau anak bos? Tidak juga. Karena kenyataan membuktikan seseorang bisa juga menyukai bayi-bayi yang tidak memiliki hubungan darah dengan mereka bahkan seseorang bisa juga menyukai bayi-bayi yang baru mereka temui dalam hitungan detik. Silakan buktikan perkataan saya sekarang, dengan mengingat apakah diri anda atau orang-orang yang anda kenal hanya tersenyum dan bercanda pada bayi yang anda kenal saja orangtuanya?

Jawabannya pasti tidak. Menurut pendapat saya, kita tidak pernah bisa memilih kepada bayi-bayi mana saja kita mampu mengatur emosi dan perasaan bahagia yang muncul saat berinteraksi dengan mereka. Sekarang kita sama-sama setuju bahwa kita bisa secara spontan menyukai kehadiran bayi tanpa harus memiliki keterikatan batin atau memori apapun dengan bayi itu sebelumnya. Jika ada yang berpendapat “Saya hanya suka kepada bayi yang lucu” maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan patokan karena pendapat lucu tidaknya bayi sangat relatif dan jika ditanya ke 100 orang mengenai tingkat kelucuan seorang bayi, maka bisa saja kita menemukan 100 jawaban yang berbeda tingkatannya.

Lalu apa yang membuat kita secara spontan menyukai bayi? Di luar faktor ikatan darah atau hubungan kekeluargaan, faktor waktu kenal dengan bayi tersebut maupun faktor mayoritas pendapat bahwa bayi tersebut lucu?

Berdasarkan hasil pengamatan saya, ada hal yang sangat dominan di diri setiap bayi dan hal tersebut membentuk satu persepsi yang kuat bagi setiap orang yang melihatnya. Bayi mengkomunikasikan hal yang membuat orang- orang bisa jatuh hati, tersenyum, merasa bahagia, merasa tenang dan ikut berbicara dengan bahasa yang tidak ada kosakatanya di kamus manapun. Saat bayi mengajak orang-orang di dekatnya ‘berbicara’ maka tidak ada satupun yang memaksa bayi tersebut untuk menggunakan bahasa sehari-hari pada umumnya. Lazimnya orang-orang yang berinteraksi dengan bayi akan menggunakan ‘Bahasa Bayi’.

Bahasa bayi adalah tersenyum, tertawa, menangis saat lapar, tertidur tanpa peduli apapun yang terjadi di sekelilingnya. Bayi adalah makhluk yang apa adanya. Bayi tidak pernah memiliki niat buruk saat bertemu siapa saja. Bayi tidak pernah memilih hanya mau tersenyum dan tertawa dengan si A, si B atau si C. Bayi tidak peduli dengan uang, jabatan, materi dan lain sebagainya. Bayi hanya peduli dengan satu hal, yaitu KASIH SAYANG.

Selain kebutuhan biologis seperti makan, tidur, buang air dsb, kasih sayang adalah hal utama yang diperlukan bayi. Bayi tidak suka kesendirian. Di saat bayi merasa sendiri, dia akan menangis. Seperti anak saya yang menangis saat saya tinggalkan ke dapur. Sembari mendatangi, saya berpikir apakah ada sesuatu yang kurang karena dia sudah mandi dan sudah makan. Saat saya datang dan memeluk tubuhnya yang mungil, seketika tangisnya berhenti. Dia tidak lapar, tidak haus, tidak kepanasan atau kedinginan. Bayi saya ternyata hanya butuh kehangatan ibunya. Dia membutuhkan seseorang memberikan kasih sayang kepadanya dengan cara memeluk tubuhnya.

Kasih sayang merupakan hal yang esensial dalam kehidupan. Kasih sayang adalah hal yang sangat tulus. Ketulusan kasih sayang tidak pernah memiliki pamrih. Saat seseorang memberikan kasih sayang dan kehangatan, orang tersebut tidak akan pernah berpikiran bahwa kasih sayang harus dikembalikan. Kasih sayang membuat dunia ini indah. Kasih sayang adalah bahasa universal yang membuat satu sama lain saling mengerti dan tidak berminat menyakiti.

Dalam hal hubungan kita dengan bayi, kebutuhan kasih sayang ini dikomunikasikan dengan baik oleh para bayi di dunia sampai-sampai kita sulit menolaknya. Keinginan berinteraksi dengan bayi yang lucu sulit ditolak sampai-sampai seorang wanita yang sedang bekerja di bank bisa menghampiri orangtua bayi yang sedang menunggu antrian nasabah untuk hanya sekedar bertanya “Apakah saya boleh menggendongnya sebentar?”. Hal ini terjadi saat saya berada di bank menemani adik saya membuka rekening.

Bayi siapa saja, di mana saja di muka bumi ini adalah makhluk yang sangat positif. Mereka menyebarkan energi positif tersebut dan energi tersebut kembali padanya dalam bentuk kasih sayang. Jika saat ini kita telah mengetahui bahwa kasih sayang adalah bahasa universal yang membuat dunia ini bisa damai, mari kita tumbuhkan kasih sayang yang tulus bagi keluarga dan lingkungan.

Live Happily, Like Babies! :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.